Stigmatisasi Penggemar Budaya Jepang dan Manifestasi Cyberbullying di Platform Media Sosial X

Main Article Content

Agnes Winda Noventia
Rahma Sugihartati
Dessy Harisanty
Dina Septiani

Abstract

Industri hiburan digital menjadi salah satu sektor penting dalam ekonomi dan budaya global karena menyediakan ruang ekspresi, kontestasi, dan pembentukan identitas melalui platform seperti YouTube, Instagram, hingga TikTok. Di tengah kemudahan akses dan perluasan ekosistem hiburan tersebut, muncul fenomena baru berupa stigma dan praktik cyberbullying terhadap kelompok tertentu, salah satunya penggemar budaya Jepang (wibu) yang kerap distereotipkan dan dijadikan objek ejekan di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk stigmatisasi dan manifestasi cyberbullying terhadap penggemar budaya Jepang di platform media sosial yang dilakukan oleh kelompok non penggemar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu analisis konten terhadap komentar warganet pada konten-konten yang berkaitan dengan jejepangan, serta mengidentifikasi kategori pelabelan negatif, stereotip, dan kekerasan simbolik yang dialami wibu di ruang daring. Kerangka literasi digital digunakan untuk membaca sejauh mana perilaku pengguna media sosial merefleksikan kemampuan memahami, mengevaluasi, dan berperilaku etis di ruang hiburan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital, normalisasi humor yang merendahkan, serta budaya sensasi di media sosial berkontribusi pada suburnya stigma dan siklus cyberbullying terhadap penggemar budaya Jepang. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan strategi literasi digital dan kebijakan pencegahan perundungan daring yang lebih peka terhadap komunitas subkultur dalam industri hiburan digital.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Noventia, A. W., Rahma Sugihartati, Dessy Harisanty, & Dina Septiani. (2026). Stigmatisasi Penggemar Budaya Jepang dan Manifestasi Cyberbullying di Platform Media Sosial X. Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 9(1), 47-58. https://doi.org/10.25008/yyyhxs13

References

Adiwijaya, F. M. , W. O. B. , & A. A. (2020). Perancangan Ilustrasi tentang Edukasi Gejala Gangguan Bipolar Bagi Remaja di Surabaya. Jurnal DKV Adiwarna.

Ahuja, V. (2022). Transforming the Media and Entertainment Industry. Journal of Cases on Information Technology, 23(4), 1–17. https://doi.org/10.4018/jcit.296255

Amril, & Sazali, H. (2025). Krisis Etika Komunikasi di Media Sosial: Analisis Multidisipliner terhadap Peran Algoritma, Literasi Digital, dan Regulasi dalam Mewujudkan Ruang Publik Digital yang Bertanggung Jawab. Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika Dan Komunikasi, 6(2), 1342–1352. https://doi.org/10.63447/jimik.v6i2.1424

Aranda, A. M., Helms, W. S., Patterson, K. D. W., Roulet, T. J., & Hudson, B. A. (2023). Standing on the Shoulders of Goffman: Advancing a Relational Research Agenda on Stigma. Business and Society, 62(7), 1339–1377. https://doi.org/10.1177/00076503221148441

BeaconCream. (2025-12-09. “Jaman dulu wibu dianggap orang stress. Sekarang semua orang jadi wibu….” [Postingan X]. X

Bequietendrive. (2025-12-11). “jujur ajg wibu bau ketek pant*k” [Postingan X]. X

Bourdieu, P. (1977). Outline of a theory of practice. Cambridge, UK: Cambridge University Press.

Chao. (2020). An Introduction to the First Taiwanese BL Musical, <em>The New Member</em> Mechademia: Second Arc, 13(1), 137. https://doi.org/10.5749/mech.13.1.0137

Charlesworth, T. E. S., & Hatzenbuehler, M. L. (2025). The Stigma Stability Framework: An Integrated Theory of How and Why Society Transmits Stigma Across History. In Social and Personality Psychology Compass (Vol. 19, Issue 3). John Wiley and Sons Inc. https://doi.org/10.1111/spc3.70051

Christensen, G. (2024). Three concepts of power: Foucault, Bourdieu, and Habermas. Power and Education, 16(2), 182–195. https://doi.org/10.1177/17577438231187129

Corrigan, P. W., & Watson, A. C. (2002). Understanding the impact of stigma on people with mental illness. World Psychiatry : Official Journal of the World Psychiatric Association (WPA), 1(1), 16–20.

Dainzleif. (2025-12-11). “lari ada wibu” [Postingan X].X

Gärtner, L., Asbrock, F., Euteneuer, F., Rief, W., & Salzmann, S. (2022). Self-Stigma Among People With Mental Health Problems in Terms of Warmth and Competence. Frontiers in Psychology, 13. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.877491

Goffman, E. (1963). Stigma: Notes on the Management of Spoiled Identity. Published by Simon & Schuster Inc.

Hermawan, D., & Marciu, R. (2024). Japanese Literature Students` Perspective on Weeaboo Who has an Imaginary Couple Waifu/Husbando. Lingua Cultura, 18(1), 107–115. https://doi.org/10.21512/lc.v18i1.10434

Hidayat, D., & Hidayat, Z. (2020). Anime as Japanese Intercultural Communication: A Study of the Weeaboo Community of Indonesian Generation Z and Y. Romanian Journal of Communication and Public Relations, 22(3), 85–103. https://doi.org/10.21018/rjcpr.2020.3.310

Hinduja, S. & P. J. W. (2019). Summary of Our Cyberbullying Research (2007-2019) Cyberbullying Research Center. Https://Cyberbullying.Org/2019-Cyberbullying-Data.

Imsovency. (2025-12-12). “manusia yg paking gak asik bergaul adalah elitis wibu tukang ngejudge”. [Postingan X]. X

Islamiyah, A. N., Priyanto, N. M., & Prabhandari, N. P. D. (2020). Diplomasi Budaya Jepang dan Korea Selatan di Indonesia tahun 2020: Studi Komparasi. Jurnal Hubungan Internasional, 13(2), 257. https://doi.org/10.20473/jhi.v13i2.21644

Kapitanbambooe. (2025-12-10). “kaya wibu nolep banget t*I ketawa kekeke”.[Postingan X]. X

Kırcaburun, K., Kokkinos, C. M., Demetrovics, Z., Király, O., Griffiths, M. D., & Çolak, T. S. (2019). Problematic Online Behaviors among Adolescents and Emerging Adults: Associations between Cyberbullying Perpetration, Problematic Social Media Use, and Psychosocial Factors. International Journal of Mental Health and Addiction, 17(4), 891–908. https://doi.org/10.1007/s11469-018-9894-8

Kleinheksel, A. J., Rockich-Winston, N., Tawfik, H., & Wyatt, T. R. (n.d.). QUALITATIVE RESEARCH IN PHARMACY EDUCATION Demystifying Content Analysis.

Krippendorff, K. (2019). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (Vol. 4th). Sage Publication Ltd.

Kvåle, G., & Murdoch, Z. (2022). Shame On You! Unpacking the Individual and Organizational Implications of Engaging with a Stigmatized Organization. Journal of Management Studies, 59(8), 2024–2066. https://doi.org/10.1111/joms.12743

Meridaladia. (2025-12-08). ““wibu ceking bau kambing yang ….”[Postingan X]. X

MilkcakeDelta. (2025-12-13). "kok wibu sikapnya kek gini semua sih” [Postingan X].X

Muzaffar, M. , Y. Z. & S. S. (2020). Role of Social Media in Political Campaign in Pakistan: A case of Study of 2018 Election. Journal of Political Studies, 141–151.

OrangPusing99. (2025-12-10). “wibu sakit cringe jamet udik cuih” [Postingan X].X

Rusdibudianto0. (2025-12-12). “Wibu gak sekolah mana paham”. [Postingan X]. X

Rodríguez-Hidalgo, A. J., Camargo, V. S., & Hurtado-Mellado, A. (2025). Cyberbullying Based on Social Stigmas and Social, Emotional and Moral Competencies. Behavioral Sciences, 15(5), 646. https://doi.org/10.3390/bs15050646

Schirone, M. (2023). Field, capital, and habitus: The impact of Pierre Bourdieu on bibliometrics. Quantitative Science Studies, 4(1), 186–208. https://doi.org/10.1162/qss_a_00232

Sexualitny.(2015-12-12). “Wibu marahin lantai [Postingan X].X

van den Berghe, P. L., & Keyes, C. F. (1984). Introduction tourism and re-created ethnicity. Annals of Tourism Research, 11(3), 343–352. https://doi.org/10.1016/0160-7383(84)90026-4

Vázquez Gutiérrez, J. P. (2022). Poder simbólico, illusio y afectividad en la sociología de Pierre Bourdieu. Convergencia Revista de Ciencias Sociales, 29, 1. https://doi.org/10.29101/crcs.v29i0.17878

Wang, Z. (2020). The Complicated Digital Fandom: Empowerment and Exploitation of Fans in Digital Media Era. Humanities and Social Sciences, 8(2), 45. https://doi.org/10.11648/j.hss.20200802.11

Wardhana, O. W. (2023). SUBCULTURE CAREER AS AN ALTERNATIVE TO JAPANOPHILIA OR WEEABOO (WIBU) YOGYAKARTA OTSURU COMMUNITY. Commsphere: Jurnal Mahasiswa Ilmu Komunikasi, 1(I), 34–41. https://doi.org/10.37631/commsphere.v1iI.856

Wiyanti, D. T. et al. (2025). FANATISME DAN TINDAKAN SOSIAL WIBU DI KOTA BANDUNG. Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik, 8.

Zafnat_Official. (2015-12-05). ) “Berisik wibu goblok. Lo gak nyambung bego” [Postingan X].X

Zestromx. (2025-12-14) “wibu bau bawang” [Postingan X].X

Zhang, R., Wang, M. S., Toubiana, M., & Greenwood, R. (2021). Stigma Beyond Levels: Advancing Research on Stigmatization. Academy of Management Annals, 15(1), 188–222. https://doi.org/10.5465/annals.2019.0031