Strategi Komunikasi dan Inovasi Kementerian Komunikasi dan Digital dalam Menghadapi Tantangan Evolusi Hoaks
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi dan inovasi yang diterapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia dalam menghadapi tantangan evolusi hoaks di era digital. Perkembangan ekosistem media digital yang ditandai oleh masyarakat jaringan, algoritma platform, serta meningkatnya disinformasi terorganisir dan potensi ancaman deepfake telah menjadikan hoaks sebagai isu strategis yang mengancam stabilitas sosial, politik, dan kesehatan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam terhadap pengambil kebijakan, perencana strategis, dan pelaksana teknis di lingkungan Komdigi, serta didukung analisis dokumen kebijakan dan program komunikasi publik. Hasil penelitian mengidentifikasi lima strategi utama, yaitu orkestrasi komunikasi multi-kanal yang terintegrasi, desain pesan yang adaptif dan evolutif, sinergi lintas pemangku kepentingan, evaluasi berbasis data dan responsif, serta fungsi komunikasi yang bersifat informatif sekaligus persuasif. Temuan ini menunjukkan pergeseran komunikasi pemerintah dari pendekatan satu arah menuju komunikasi strategis yang partisipatif, persuasif, dan berbasis data real-time. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas penanggulangan hoaks tidak hanya bergantung pada regulasi dan teknologi, tetapi juga pada kemampuan komunikasi strategis pemerintah dalam memengaruhi kognisi, sikap, dan perilaku publik.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Abdullah, A. (2020). Karakteristik hoaks di Indonesia: Analisis konten dan implikasi hukum. Jurnal Ilmu Komunikasi, 17(2), 145–160. DOI: https://doi.org/10.25008/jik.v17i2.
Castells, M. (2010). The rise of the network society (2nd ed.). Wiley-Blackwell.
Chen, H., & Lim, M. (2022). Disinformation in Southeast Asia: Comparative perspectives on digital politics. Asian Journal of Communication, 32(4), 345–361. DOI: https://doi.org/10.1080/01292986.2022.
DataReportal. (2024, Februari 21). Digital 2024: Indonesia. Diperoleh dari https://datareportal.com/reports/digital-2024-indonesia
Gunawan, D., & Putri, N. (2023). Bottom-up initiatives against hoaxes: Community-based resilience in Indonesia. Journal of Media and Society, 15(1), 25–40.
Hallahan, K., Holtzhausen, D., van Ruler, B., Vercic, D., & Sriramesh, K. (2007). Defining strategic communication. International Journal of Strategic Communication, 1(1), 3–35. DOI: https://doi.org/10.1080/15531180701285244
Hidayat, R. (2023). Anti-hoax ecosystem in Indonesia: Government, civil society, and platform collaboration. Journal of Digital Society Studies, 9(2), 101–120.
Lestari, I., & Firmansyah, Y. (2022). Evaluating digital literacy programs: Beyond skills and safety. Jurnal Komunikasi Indonesia, 10(1), 55–72. DOI: https://doi.org/10.7454/jki.v10i1.
Nugroho, A. (2021). Evaluasi program literasi digital Siberkreasi di Indonesia. Jurnal Media dan Masyarakat, 13(3), 201–220.
Pratama, R. (2023). Komunikasi kebijakan Komdigi dalam penanganan hoaks: Tinjauan strategi komunikasi publik. Jurnal Kebijakan Publik, 12(1), 33–49.
Santoso, B. (2022). UU ITE sebagai pedang bermata dua: Analisis wacana kritis. Jurnal Politik dan Hukum, 19(2), 77–95.
Sari, D. (2021). Anatomy of hoaxes in Indonesian private chat groups. Indonesian Journal of Communication Studies, 9(2), 89–104.
Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information disorder: Toward an interdisciplinary framework for research and policy making. Council of Europe report. Diperoleh dari https://edoc.coe.int/en/media/7495-information-disorder
Wijoyo, H., & Siregar, R. (2022). Crisis communication of the Indonesian government during COVID-19: Hoax management and public trust. Journal of Public Communication Research, 6(1), 12–28.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE.