Komparasi Penanganan Krisis Komunikasi Program Pangan Publik di India dan China serta Implikasi Strategis bagi Program Makan Bergizi Gratis Indonesia
Main Article Content
Abstract
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia merupakan kebijakan strategis untuk mengatasi masalah stunting dan gizi buruk, namun pelaksanaannya rentan terhadap krisis komunikasi, baik terkait isu anggaran maupun kualitas implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan implikasi strategis bagi komunikasi krisis MBG melalui studi komparatif terhadap penanganan krisis pada program pangan publik di India (Pradhan Mantri Poshan Shakti Nirman) dan China (Nutrition Improvement Program). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif, penelitian ini menganalisis pola respons krisis kedua negara melalui kerangka Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dan Two-Way Symmetrical Model. Hasil analisis menunjukkan perbedaan signifikan: India cenderung menerapkan strategi Rebuilding yang mengedepankan akuntabilitas terbuka dan tindakan korektif dialogis, sementara China berfokus pada pemulihan citra otoritas melalui kontrol informasi dan penindakan hukum tegas. Berdasarkan pembelajaran tersebut, penelitian ini merekomendasikan bahwa pemerintah Indonesia harus mengadopsi strategi "Akuntabilitas Proaktif" dengan menjadikan strategi Rebuilding—meliputi permintaan maaf tulus (mortification) dan perbaikan terukur—sebagai mandat respons krisis. Pendekatan ini perlu didukung oleh mekanisme dialog simetris untuk menjaga legitimasi kebijakan dan kepercayaan publik dalam sistem demokrasi.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Coombs, W. T. (2007). Protecting organization reputations during a crisis: The development and application of situational crisis communication theory. Corporate Reputation Review, 10(3), 163–176.
https://doi.org/10.1057/palgrave.crr.1550049
Coombs, W. T., & Holladay, S. J. (2012). The paracrisis: The challenges created by publicly managing crisis prevention. Public Relations Review, 38(3), 408–415.
https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2012.04.004
Fakih, M. F., & Sidik, B. (2024, 25 Agustus). Belajar penanganan kasus keracunan MBG dari China dan India. Kompas.id.
https://www.kompas.id/artikel/belajar-penanganan-kasus-keracunan-mbg-dari-china-dan-india
Grunig, J. E., & Hunt, T. (1984). Managing public relations. Holt, Rinehart & Winston.
India Today. (2013, 17 Juli). Bihar mid-day meal deaths: Cooks recount horror.
Hendarto. Y. M. (2025, 8 Mei). Urgensi evaluasi pelaksanaan program makan bergizi gratis.
https://www.kompas.id/artikel/urgensi-evaluasi-pelaksanaan-program-makan-bergizi-gratis
Liu, B. F., Austin, L., & Jin, Y. (2011). How publics respond to crisis communication strategies: The interplay of information form and source. Public Relations Review, 37(4), 345–353.
https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2011.08.004
Prabowo: Statistik keracunan MBG 0,0007%, program 99,99% berhasil. (2025, 18 Oktober).
cnnindonesia.com. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251018185907-20-1286018/prabowo-statistik-keracunan-mbg-00007-program-9999-persen-berhasil
Ribuan Kasus Keracunan MBG, Dokter Gizi Soroti Masalah Kebersihan. (2025, 27 September). cnnindonesia.com. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20250925134544-255-1277617/ribuan-kasus-keracunan-mbg-dokter-gizi-soroti-masalah-kebersihan
Seeger, M. W., Sellnow, T. L., & Ulmer, R. R. (2003). Communication and organizational crisis. Praeger.
Tirta, E. B. E. (2025, 29 September). Pelajaran pahit China & India: MBG di RI bisa meledak jadi tragedi. CNBC Indonesia.