Neosufisme sebagai Strategi Dakwah Spritual Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin

Main Article Content

Kurnia Nur Fitriyani
Panji Putrawan Makalalag
Murodi
Syamsul Yakin

Abstract

Abstrak - Penelitian ini mengkaji konsep neosufisme sebagai strategi transformasi dakwah spiritual melalui kepemimpinan Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom) dalam Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, serta metode wawancara, analisis dokumen, dan interpretasi hermeneutik, penelitian ini menemukan bahwa neosufisme menggabungkan pemurnian spiritual dengan keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial. Dakwah Abah Anom meliputi pembinaan spiritual (talqin), penanaman nilai moral (tanbih), serta layanan sosial yang terinstitusi seperti pendidikan, rehabilitasi, dan program kesejahteraan masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya menekankan kesalehan individu, tetapi juga mendorong pembangunan kolektif dan kerja sama dengan negara. Model dakwah yang dibangun menunjukkan bahwa sufisme yang diperbarui melalui prinsip-prinsip neosufisme dapat menjadi kekuatan transformasi sosial dan ketahanan spiritual yang relevan dengan tantangan zaman modern. Studi ini menawarkan kerangka dakwah Islam yang kontekstual, inklusif, dan berdampak di tingkat nasional maupun lintas negara.


Kata kunci: Neosufisme; Dakwah Sosial; Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin; Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah; Transformasi Spiritual; Institusi Sosial Islam.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Fitriyani, K. N., Panji Putrawan Makalalag, Murodi, & Syamsul Yakin. (2025). Neosufisme sebagai Strategi Dakwah Spritual Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin. Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 8(2), 326-333. https://doi.org/10.25008/wartaiski.v8i2.447

References

Abun-Nasr, J. M. (2007). Muslim communities of grace: The Sufi brotherhoods in Islamic religious life. Columbia University Press.

Arberry, A. J. (1950). Sufism: An account of the mystics of Islam. George Allen & Unwin.

Azra, A. (2000). Islam substantif: Agar umat tidak jadi buih. Mizan.

Fazlur Rahman. (1979). Islam and modernity. University of Chicago Press.

Fitriyatul Hanifiyah. (2021). The essence of mysticism in the study of Tasawwuf. At-Turāṡ: Jurnal Studi Keislaman, 8(1).

Geertz, C. (1960). The religion of Java. University of Chicago Press.

Gellner, E. (1981). Muslim society. Cambridge University Press.

Hakim, B. R. (2020). Actualization of neo-Sufism: A case study of the Tariqa Qadiriyya Naqshabandiyya Pondok Pesantren Suryalaya [Tilburg University].

Hanapiah, O. (2022). Hagiografi Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul ‘Arifin. Istiqamah: Jurnal Ilmu Tasawuf, 3(2).

Hidayat, A. P. (2022). Peran Syekh Abdullah Mubarok dalam penyebaran Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah di Priangan 1900–1940an. Jurnal Tamaddun: Sejarah dan Kebudayaan Islam, 12(1).

Holilurrahman. (2020). Biografi Abah Sepuh KH. Abdullah Mubarak bin Nur Muhammad Suryalaya Tasikmalaya. Pustaka Sukapura.

Juhaya S. Praja. (1990). Dalam H. Nasution (Ed.), Thoriqot Qodiriyyah Naqsyabandiyyah: Sejarah, asal-usul dan perkembangannya. IAILM.

Junaedi, J. (2020). Tarekat da’wah through the Islamic educational institutions at Pesantren Suryalaya. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 14(2).

Kementerian Agama RI. (n.d.). Pemimpin Ponpes Suryalaya Abah Anom wafat. Diakses dari https://kemenag.go.id/nasional/pemimpin-ponpes-suryalaya-abah-anom-wafat

Lim, J. H. (2021). Interfaith and international recognition of Indonesian Sufi movements: The case of Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin. Asian Journal of Religious Studies, 12(4).

Madjid, N. (2000). Islam, doktrin dan peradaban. Paramadina.

Mansur, H. (2015). Syekh Kholil Bangkalan: Ulama kharismatik dari Madura. LKiS.

Munandar, S. A. (2021). Gerakan sosial dan filantropi Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Indonesia. NUANSA, 17(2).

Nasution, H. (Ed.). (1990). Thoriqot Qodiriyyah Naqsyabandiyyah: Sejarah, asal-usul dan perkembangannya. IAILM.

Nora, P. (1989). Between memory and history: Les lieux de mémoire. Representations, 26, 7–24.

Nurhadi, F., & Wulandari, E. (2021). Pendekatan inklusif dakwah tarekat untuk merajut harmoni sosial di era pluralisme. Jurnal Dialog Interagama, 5(1).

Putri, N. K. (2019). Peran Syeikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin dalam pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi sosial melalui program Inabah. Chronologia, 1(2).

Putri, N. K., Qodariah, L., & Armiyati, L. (2019). Peran Syeikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom) dalam mengembangkan pendidikan di Tanjungkerta, Pagerageung, Tasikmalaya. Chronologia, 1(2).

Rahmat, J. (2001). Psikologi komunikasi. Remaja Rosdakarya.

Ridwan, M. (2019). Peran Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah dalam pendidikan spiritual di Indonesia. Jurnal Tasawuf dan Psikoterapi Islam, 4(1).

Rohimat, A. M. (2020). Etika politik dalam naskah Tanbih: Wasiat mursyid TQN terhadap murid-muridnya. IN RIGHT: Jurnal Agama dan HAM, 2(1).

Sya’ban, A. G. (2010). Negara dan tarekat: Relasi politik Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah Suryalaya di era Orde Baru dan Reformasi. Puslitbang Lektur Keagamaan, Kementerian Agama RI.

Thohir, A. (Ed.). (2011). TQN membangun peradaban dunia. Mudawwamah Warohmah Press.

Voll, J. O. (1994). Neo-Sufism: Reconsidered. Islamic Studies, 33(2).

Wahid, A. (2001). Pesantren dan transformasi sosial. LKiS.