Pengaruh Terpaan Meme Bencana Banjir dan Literasi Media Sosial Instagram terhadap Perubahan Sikap Mitigasi Bencana bagi Gen-Z

Main Article Content

Dhea Anindita
Edy Prihantoro

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terpaan meme bencana alam banjir dan literasi media terhadap perubahan sikap mitigasi bencana pada Generasi Z di Kota Bekasi melalui media sosial Instagram. Fenomena penyebaran informasi kebencanaan melalui meme di media sosial menunjukkan potensi baru dalam edukasi dan komunikasi risiko bencana, terutama bagi generasi muda yang aktif di dunia digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden Gen-Z yang berdomisili di Kota Bekasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Penelitian ini menggunakan teori S-O-R, yang menjelaskan bahwa perilaku manusia dipicu oleh stimulus yang ada di sekitar dan menghasilkan sikap tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik terpaan meme bencana maupun literasi media berpengaruh signifikan terhadap perubahan sikap dalam melakukan mitigasi bencana. Temuan ini mengindikasikan bahwa media sosial, khususnya Instagram, dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk kesadaran dan sikap siaga bencana di kalangan Generasi Z, terutama jika konten disajikan dalam bentuk yang menarik dan mudah dipahami seperti meme. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi komunikasi kebencanaan berbasis digital dan memperkuat pentingnya literasi media dalam menghadapi disinformasi di era digital.


Kata kunci: Meme Bencana, Literasi Media, Perubahan sikap, Mitigasi bencana, Gen-Z, Instagram

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Anindita, D., & Prihantoro, E. (2025). Pengaruh Terpaan Meme Bencana Banjir dan Literasi Media Sosial Instagram terhadap Perubahan Sikap Mitigasi Bencana bagi Gen-Z. Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 8(2), 459-468. https://doi.org/10.25008/wartaiski.v8i2.422