Retorika Kuasa Menuju Budaya Resistensi Digital: Krisis Komunikasi Pejabat Indonesia pada Media Massa

Main Article Content

Anak Agung Ngurah Bagus Kesuma Yudha
Made Vairagya Yogantari

Abstract

Abstrak - Kata-kata seharusnya menjadi jembatan, bukan tembok. Namun dalam lanskap komunikasi politik Indonesia hari ini, ujaran para pejabat sering kali membentang jurang antara kekuasaan dan rakyat. Penelitian ini membedah bagaimana komunikasi pejabat negara, melalui ujaran-ujaran yang timpang dan tidak empatik, menciptakan disonansi yang merusak kepercayaan publik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berparadigma interpretatif-kritis, penelitian ini menganalisis sepuluh pernyataan pejabat yang diambil dari pemberitaan media nasional dalam tahun 2025, di mana komunikasi politik gagal merespons kenyataan sosial secara adil dan manusiawi. Kerangka teori yang digunakan meliputi Teori Agenda Setting, Dominasi Simbolik dan Komunikasi Krisis. Metode analisis wacana kritis juga digunakan untuk menggali lapisan makna yang tersembunyi. Metode analisis wacana kritis digunakan untuk menggali lapisan makna yang tersembunyi di balik retorika pejabat, membedah relasi kuasa, serta memahami dinamika representasi sosial yang terbangun dalam ruang publik digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya pola komunikasi politik yang nir-sensitif pada pemerintahan Indonesia saat ini, yang tercermin melalui media massa digital, mempercepat degradasi legitimasi pemerintah, menguatkan resistensi digital, dan “memperlebar jarak” antara negara dan warganya. Di tengah dunia yang semakin terhubung secara teknologi, namun sayangnya, retak secara emosional. Penelitian ini menjadi pengingat bahwa demokrasi sejati hanya bisa tumbuh dalam ruang percakapan yang setara, jujur nan empatik. Dalam berbagai ruang penyaluran informasi baik secara digital maupun secara nyata.


Kata kunci: komunikasi politik; disonansi sosial; krisis representasi; ruang publik digital; resistensi masyarakat.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Yudha, A. A. N. B. K., & Yogantari, M. V. (2025). Retorika Kuasa Menuju Budaya Resistensi Digital: Krisis Komunikasi Pejabat Indonesia pada Media Massa. Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 8(2), 445-458. https://doi.org/10.25008/wartaiski.v8i2.362

References

Aditya, N. R. (2025, February 17). Soal #KaburAjaDulu, Wamenaker: Kabur Sajalah, kalau Perlu Jangan Balik Lagi. Https://Nasional.Kompas.Com/Read/2025/02/17/13051151/Soal-Kaburajadulu-Wamenaker-Kabur-Sajalah-Kalau-Perlu-Jangan-Balik-Lagi.

Agt. (2025, March 22). Kepala BGN: PSSI Susah Menang Karena Gizinya Tak Bagus. Https://Www.Cnnindonesia.Com/Ekonomi/20250322152027-92-1211902/Kepala-Bgn-Pssi-Susah-Menang-Karena-Gizinya-Tak-Bagus.

Amanu, H., & Letikarmila. (2021). Peran Media Massa Dalam Komunikasi Politik Di Indonesia. Jurnal Balayudha, 1(1), 1–8.

Bourdieu, P. (1991). Language and Symbolic Power (J. B. Thompson, Ed.). Harvard University Press.

Chaterine, R. N. (2025, April 8). Prabowo soal Aset Koruptor Disita: Apakah Adil Anaknya Menderita? Https://Nasional.Kompas.Com/Read/2025/04/08/19390751/Prabowo-Soal-Aset-Koruptor-Disita-Apakah-Adil-Anaknya-Menderita.

Coombs, W. T. (2007). Ongoing Crisis Communication: Planning, Managing, and Responding (2nd ed.). Sage Publications.

Couldry, N. (2004). Theorising Media as Practice. Social Semiotics, 14(2), 115–132.

Dudayef, F., Gumelar, R. G., & Kurniawati, N. K. (2024). Posisi Strategis Media Massa dan Perannya dalam Proses Komunikasi Politik. Zarathustra : Jurnal Sosiologi Dan Filsafat, 2(1), 158–168.

Fairclough, N. (1992). Discourse and Social Change. Polity Press.

Fairclough, N. (1995). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. Longman.

Farid, A. S. (2023). Peran Media Massa Dalam Memoderasi Dialog Politik. ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum Dan Humaniora, 1(3), 151–161.

Flanagan, J. C. (1954). The Critical Incident Technique. Psychological Bulletin, 51(4), 327–358.

Habermas, J. (1991). The Structural Transformation of the Public Sphere: An Inquiry into a Category of Bourgeois Society. MIT Press.

Jenkins, H., Ford, S., & Green, J. (2013). Spreadable Media: Creating Value and Meaning in a Networked Culture. NYU Press.

McCombs, M. (2005). A Look at Agenda-setting: past, present and future. Journalism Studies, 6(4), 543–557.

McCombs, M. E., & Shaw, D. L. (1972). The Agenda-Setting Function of Mass Media. Public Opinion Quarterly, 36(2), 176–187.

Pureklolon, T. (2020). Komunikasi Politik: Kajian Substansial dalam Pendekatan Politik. In Jurnal Visi Komunikasi (Vol. 19, Issue 02, pp. 205–222).

Putra, E. P. (2025, March 13). TNI AD Diserang, KSAD Geram: Otak Kampungan, Agen Asing Kah? Https://News.Republika.Co.Id/Berita/St0xm6484/Tni-Ad-Diserang-Ksad-Geram-Otak-Kampungan-Agen-Asing-Kah-Part2.

Redaksi. (2025a, February 18). Presiden Prabowo sebut “ndasmu” terhadap pengritiknya – “Kritik terbuka seolah-olah musuh.” Https://Www.Bbc.Com/Indonesia/Articles/Cy0p075wxpwo.

Redaksi. (2025b, February 19). Luhut Tanggapi Aksi Indonesia Gelap: Yang Gelap Kau, Bukan Indonesia. Https://Www.Tempo.Co/Ekonomi/Luhut-Tanggapi-Aksi-Indonesia-Gelap-Yang-Gelap-Kau-Bukan-Indonesia-1209409.

Rohmadi, M. (2023). Pelanggaran Prinsip Kesantunan dalam Judul Berita Politik Pilkada pada Media Cetak dalam Perspektif Pragmatik. Jurnal Sastra Indonesia, 12(1).

Rzr, & Gil. (2025, March 24). Wamenag Tak Persoalkan Ormas Minta THR: Itu Budaya Lebaran Sejak Dulu. Https://Www.Cnnindonesia.Com/Nasional/20250324155029-32-1212473/Wamenag-Tak-Persoalkan-Ormas-Minta-Thr-Itu-Budaya-Lebaran-Sejak-Dulu.

Safitri, K. (2025, April 25). Bos BGN Sebut MBG Terus Dievaluasi, Kasus Keracunan Masih Ada 0,5 Persen. Https://Nasional.Kompas.Com/Read/2025/04/25/08565131/Bos-Bgn-Sebut-Mbg-Terus-Dievaluasi-Kasus-Keracunan-Masih-Ada-05-Persen.

Sampurna, A., Rahmi, N. U., Aftariza, D., & Pandiangan, H. A. (2024). Implementasi Media Massa Dalam Komunikasi Politik. Jurnal Humaniora Revolusioner , 8(6), 67–70.

Solihin, O. (2023). Media Massa dalam Proses Politik. Unikom.

Thapar-Björkert, S., Samelius, L., & Sanghera, G. S. (2016). Exploring symbolic violence in the everyday: misrecognition, condescension, consent and complicity. Feminist Review, 112(1), 144–162. https://doi.org/10.1057/fr.2015.53

Trikarinaputri, E., & Fika, D. R. (2025, March 23). Harga Cabai Meroket, Saran Presiden Prabowo: Jangan Terlalu Banyak Makan Terlalu Pedas. Https://Www.Tempo.Co/Ekonomi/Harga-Cabai-Meroket-Saran-Presiden-Prabowo-Jangan-Terlalu-Banyak-Makan-Terlalu-Pedas-1223171.

Yaputra, H. (2025, March 21). Hasan Nasbi Soal Teror Kepala Babi ke Redaksi Tempo: Dimasak Saja. Https://Www.Tempo.Co/Politik/Hasan-Nasbi-Soal-Teror-Kepala-Babi-Ke-Redaksi-Tempo-Dimasak-Saja-1222732.

Yudha, A. A. N. B. K. (2020). The Discourse Of Resistance Of Balinese Peoples Through Status Writing In Social Media At The Moment Of Pandemic Covid19. Architecture & Design (IMADe), 1, 354–361. https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/imade