Strategi Komunikasi Persuasi untuk Pencegahan Aksi Bullying di SMP Negeri 85 Jakarta

Main Article Content

Veronika Trimardhani
Dewi Rachmawati
Yulma Yulma

Abstract

Bullying menjadi isu yang hangat dibicarakan di lingkungan sekolah (school bullying). Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya kasus bullying yang terjadi, terutama pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada umumnya di tingkat ini remaja sedang kebingungan dalam memperlihatkan eksistensinya. Kebingungan tersebut tidak jarang menjadikan mereka ingin tampil melebihi teman sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana stategi persuasi program pencegahan bulliying yang diberikan pihak sekolah terhadap remaja SMP; (2) untuk mengetahui tanggapan siswa SMP atas program pencegahan bullying. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi persuasi sebagai fokus penelitian dalam pencegahan bullying. Pada penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu Focus Group Discussion terhadap beberapa narasumber yaitu kepala sekolah, Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru BK dan guru yang merupakan Quality Control d isekolah tersebut. Selanjutnya dilakukan wawancara terhadap dua orang siswa SMPN 85 Pondok Labu Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan, upaya sekolah untuk mempersuasi para siswa dapat dikatakan berhasil. Hal ini ditunjukkan dengan upaya sekolah untuk mempengaruhi para siswa dalam program pencegahan bullying. Selain itu keberhasilan program tersebut juga dinyatakan berdampak positif oleh siswa, di mana para siswa menjadi paham dan bersedia melakukan tindakan pencegahan bullying dengan suka rela dan saling empati terhadap sesama.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Trimardhani, V., Rachmawati, D., & Yulma, Y. (2021). Strategi Komunikasi Persuasi untuk Pencegahan Aksi Bullying di SMP Negeri 85 Jakarta. Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 4(1), 60-71. https://doi.org/10.25008/wartaiski.v4i1.102

References

Astuti, P.R (2008). Meredam bullying: 3 Cara efektif mengatasi kekerasan pada anak. Jakarta. UI Press.

Barata, A.A. (2003). Dasar-Dasar Pelayanan Prima. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka.

Berthold, K. A., Hoover, J. H. (2000). “Correlates of Bullying and Victimization among Intermediate Students in the Midwestern USA”. Sage Publication Volume 21, No. 1.

Black, J. (2007). Using bullying incident density to evaluate the olweus bullying prevention programme. School psychology international.

Coloroso, B (2007). The Bully, the bullied, and the bystander. New York: HarperCollins.

Craig. Wendy, Pepler. Debra, Julie Blais. (2007). School Psychology International http://spi.sagepub.com/content/28/4/465. DOI: 10.1177/0143034307084136.

Dewi, N., Hasan, H., & AR, M. (2016). Perilaku Bullying yang Terjadi di SD Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1, 37-45.

De Vito, Joseph A. (2011). Komunikasi Antarmanusia. Tangerang Selatan: KARISMA Publishing Group.

Djuwita, R. (2006). Masalah Tersembunyi dalam Dunia Pendidikan di Indonesia. Workshop Bullying. 29 April. Jakarta: Universitas Indonesia (UI) http//www.google.com/bullying/WEBSITE— Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa.htm14/05/2007. E

Efendi, F. (2019). Memahami Fenomena “Bullying” di Kalangan Remaja Indonesia. Unair News. Diakses pada 30 Maret 2020. http://news.unair.ac.id/2019/09/02/memahami-fenomena-bullying-di- kalangan-remaja-indonesia/

Gunadha, R & Aditya, R. (2020). Remaja 17 tahun Bunuh Diri karena di-bully pelakunya datang ke pemakaman. Diakses pada 30 Maret 2020. https://jatim.suara.com/read/2020/03/06/163007/ngaku-alami-perund ungan-siswi-smp-di-kediri-depresi-dan-ingin-bunuh-diri

Huraerah. A. (2018). Kekerasan Terhadap Anak. Jakarta: Penerbit Nuansa

Iswinarno, C. (2020). Ngaku Alami Perundungan, Siswi SMP di Kediri Depresi dan Ingin Bunuh Diri. Diakses pada 30 Maret 2020. https://jatim.suara.com/read/2020/03/06/163007/ngaku-alami-perund ungan-siswi-smp-di-kediri-depresi-dan-ingin-bunuh-diri

Jefrizal. (2020). Korban Bully dan Dianiaya, Murid SD Depresi Berat… Takut Lihat Orang Berseragam Sekolah. Diakses pada 30 Maret 2020. https://infojambi.com/korban-bully-dan-dianiaya-murid-sd-depresi- berat-takut-lihat-orang-berseragam-sekolah/

Lestari, W.S. (2016) Analisis Faktor-faktor penyebab bullying di kalangan peserta didik, Social science educational journal.3(2)

Parsons, L. (2009). Bullied Teacher Bullied Student : mengenali budaya kekerasan disekolah anda dan mengatasinya. Jakarta : PT Grasindo.

Prasetyo, A. B. E. (2011). Bullying di sekolah dan dampaknya bagi masa depan anak. El Tarbawi, 4(1), 19-26.

Rakhmat, J. (2008). Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Retno, P. A. (2008). Meredam bullying 3 cara efektif mengatasi kekerasan pada anak, Jakarta: PT Grasindo.

Rigby Ken (2008), Children and bullying. United Kingdom: Blackwell publishing

Ritonga, J. 2005. Tipologi Pesan Persuasif. Jakarta: PT. Indeks.

Riyanto & Mahfud, Waryani Fajar & Mokhamad. 2012. Komunikasi Islam I (Perspektif Integrasi-Interkoneksi). Yogyakarta: Galuh Patria.

Santoso, B. (2020). Diduga Jadi Korban Bullying, Anak SD di Jambi Depresi dan Masuk Rumah Sakit. Diakses pada 30 Maret 2020.

Setiawan. B. (2008). Agenda Pendidikan Nasional. Yogyakarta: Ar-ruzz media.

Severin & Tankard, Werner & James. (2007). Teori Komunikasi: Sejarah, Metode, dan Terapan di dalam Media Massa. Jakarta: Kencana.

Simbolon, M. (2012). Perilaku Bullying pada mahasiswia berasrama. Jurnal Psikologi Universitas Indonesia – Advent Bandung. 39(2), 223-234.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sumirat, Suryana, Soleh Asep. (2014). Komunikasi Persuasif. Banten: Universitas Terbuka.

Susanto, Dwi Wulandari. (2010). Fenomena Korban Perilaku Bullying pada Remaja dalam Dunia Pendidikan. Semarang: Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata.

Trevi Trevi, Winanti Siwi Respati. (2012). Sikap Siswa Kelas X Smk Y Tangerang Terhadap Bullying. Jurnal Psikologi, Media Ilmiah Psikologi. 10(1)

Zakiyah, E. Z., Fedryansyah, M., & Gutama, A. S. (2018). Dampak bullying pada tugas perkembangan remaja korban bullying. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 1(3), 265-279.