Representasi Transgender pada Novel Calabai: Perempuan dalam Tubuh Lelaki

Ade Devia Pradipta, Putu Titah Kawitri Resen

Abstract


Penggambaran transgender di media massa terkadang menimbulkan transphobia di masyarakat. Media seringkali lepas tanggung jawab terhadap penggambaran tentang transgender, sehingga masyarakat sebaiknya menuntut media untuk bertanggung jawab terhadap informasi yang disebarkan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan transgender dalam novel novel Calabai karya Pepi Al Bayqunie dan memberi gambaran dari sudut pandang yang berbeda mengenai transgender. Novel Calabai menceritakan Saidi, seorang transgender dalam petualangannya mencari jati diri hingga bisa menjadi bissu, pemimpin spiritual tertinggi masyarakat Bugis. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi teks. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis teks berupa analisis isi kualitatif dengan melihat teks pada novel yang merepresentasikan transgender. Temuan penelitian: keistimewaan seorang dengan dua gender dalam satu tubuh memberikan pandangan baru. Kaum yang dianggap “abnormal” dalam masyarakat ini mampu menjadi pemimpin keagamaan pada kelompok masyarakat tertentu. Transgender yang direpresentasikan dalam novel ini hanyalah Calabai, yaitu individu yang terlahir sebagai laki-laki namun memiliki pembawaan dan penampilan seperti perempuan. Tendensi negatif maupun positif terlihat pada penggunaan kata dan tanda baca dalam menyebut transgender. Ada tiga kata yang sering digunakan untuk menyebut transgender: banci, calabai, dan waria.


Full Text:

PDF

References


Ahuvia, A. (2001). Traditional, Interpretive, and Reception Based Content Analyses: Improving the Ability of Content Analysis to Address Issues of Pragmatic and and Theoritical Content. Social Indicator Research, (54), 139-172.

Bem, S. L. (1993). The lenses of gender: Transforming the debate on sexual inequality. Yale University Press.

Betz, P.M. (2009). Re-covered Bodies: The Detective Novel and Transgendered Characters. A Journal of Detection. 27(2), 21-32. DOI: 10.3172/CLU.27.2.2.

Budianta, M. (1998). Sastra dan Ideologi Gender. Horison. 32(4). 8.

Bungin, B. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

DeLamater, J D. and Hyde, J. S. (1998). Essentialism vs. Social Constructionsim in the Study of Human Sexuality. The Journal of Sex Research. 35(1), 10-18.

Gay, Lesbian, Straight, Education Network (GLSEN). (2002). Retrieved Februari 16, 2014, from www.glsen.org: http:// www.glsen.org/binarydata/GLSEN_ TTACHMENTS/file/2401.pdf

Hill, D. B. (1997). Understanding, Knowing, and Telling Transgender Identities. Dissertation. Department of Psychology. University of Windsor, Ontario, Canada.

Jobe, J N. (2013). Transgender Representation in the Media. Honors Theses. Eastern Kentucky University.

Kali, A. (2013). Diskursus Seksualitas Michael Foucault, Yogyakarta: Solusi Offset.

Kriyantono, R. (2009). Teknis Praktis Riset Komunikasi, Jakarta: Kencana.

Heidi M. Levitt & Maria R. Ippolito MS (2014) Being Transgender: The Experience of Transgender Identity Development, Journal of Homosexuality, 61(12).

Littlejohn, S. W dan Foss, K.A. (2009). Teori Komunikasi. Edisi Sembilan. Jakarta: Salemba Humanika.

McQuail, D. (2010). Mass Communication Theory, London: SAGE.

Neuman, W. L. (2014). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Seventh Edition, Essex: Pearson.

Purwaningsih. (2017). Transgender dalam Novel Calabai Karya Pepi Al Bayqunie: Kajian Identitas. Jurnal Aksara. 29(2), 183-196.

Saleh, G., Arif, M. (2018). Fenomenologi Sosial LGBT dalam Paradigma Agama. Jurnal Riset Komunikasi. 1(1), 88-98.

Sanger, S. H. (2010). Transgender Identities: Towards a Social Analysis of Gender Diversity. New York: Routledge.

Solomon, H. E. and Kurt-Costez, B. (2018). Media’s Influence on Perceptions of Trans Women. Sexuality Research and Social Policy. 15(1), 34-47.

Triadnyani, I. A. M. (2018). From Gender Identity Oppression to Power Reversal in the Novel Calabai. Humaniora. 30(2), 167-175.

Vivian, J. (2008). Teori Komunikasi Massa. Edisi Kedelapan, Jakarta: Prenada Media Grup.

Yash. (2003). Transseksual: Sebuah Studi Kasus Perkembangan Transseksual Perempuan ke Laki-Laki. Semarang: AINI.

Yudah, A. A. P. (2013). Representasi Transgender dan Transeksual dalam Pemberitaan di Media Massa: Sebuah Tinjauan Analisis Wacana Kritis. Jurnal Kriminologi Indonesia. 9(1), 37-49.




DOI: https://doi.org/10.25008/wartaiski.v3i02.66





Article Metrics:

Abstract Views - 26

PDF Downloads - 27



Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Ade Devia Pradipta, Putu Titah Kawitri Resen

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





Indexed by:
 
Google Scholar    

Copyright of Jurnal Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (p-ISSN : 0853-4470)
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Sekretariat Redaksi JURNAL WARTA Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI)
Gedung Dewan Pers, Lt 5
Jl. Kebon Sirih No. 32-34, Jakarta 10110 – Indonesia

Contact Person : Mulyono Sri Hutomo, M.Ikom
Email : m.hutomo@gmail.com
Call/Whatsapp : +6289684159406


Refbacks



Copyright (c) 2020 Ade Devia Pradipta, Putu Titah Kawitri Resen

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





Indexed by:
 
Google Scholar    

Copyright of Jurnal Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (p-ISSN : 0853-4470)
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Sekretariat Redaksi JURNAL WARTA Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI)
Gedung Dewan Pers, Lt 5
Jl. Kebon Sirih No. 32-34, Jakarta 10110 – Indonesia

Contact Person : Mulyono Sri Hutomo, M.Ikom
Email : m.hutomo@gmail.com
Call/Whatsapp : +6289684159406