Nikmat Kopi dan Budaya Konsumerisme dalam Status Sosial Masyarakat Kota

Haresti Asysy Amrihani, Rajab Ritonga

Abstract


Keberadaan kedai kopi (coffe shop) di Indonesia dalam tiga tahun terakhir terus meningkat hingga mencapai 3000 outlet pada 2019. Perubahan perilaku seseorang dalam mengonsumsi kopi terjadi tidak terlepas dari pengaruh iklan di media massa. Hal ini membuat perilaku seseorang menjadi konsumtif, terutama di kota-kota besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku konsumsi gaya hidup dan budaya masyarakat di Jakarta dalam mengkonsumsi kopi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Peneliti mengeksplorasi hal-hal yang berkaitan dengan pola konsumsi konsumen pengunjung kedai kopi di Jakarta melalui suatu studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan, perilaku konsumsi masyarakat peminum kopi di Jakarta bukan sekedar menikmati seduhan kopi, tetapi juga memamerkan eksistensi diri pada dimensi gengsi sosial, status sosial, eksklusifitas yang dibalut dalam gaya hidup metropolitan modern.


Full Text:

PDF

References


Abdullah, I. (2007). Konstruksi dan reproduksi kebudayaan. Pustaka Pelajar.

Afdholy, N. (2019). Perilaku konsumsi masyarakat urban pada produk kopi ala starbucks. Jurnal Kajian Budaya dan Perubahan Sosial, 3(1), 44-53.

Andika, H., Nasir, M. (2017). Budaya konsumerisme masyarakat perkotaan: Studi konsumsi kopi di Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(2), 308-319.

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak.

Avicenna, F., & Febriani, N. (2021). Consumer Behavior as a Potential Acceptance of Renewable Energy Source in Indonesia. Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 6(1), 86-95. doi:https://doi.org/10.25008/jkiski.v6i1.525

Bakti, I, S., Nirzalin., Alwi. (2019). Konsumerisme dalam perspektif Jean Baudrillard. Jurnal Sosiologi USK, 13(2), 146-165.

Bakti, I.S., Anismar., Amin, K. (2020). Pamer kemewahan: Kajian teori konsumsi Thorstein Veblen. Jurnal Sosiologi USK, 14(1), 81-98.

Barker, C. (2011). Cultural studies. Bantul: Kreasi Wacana.

Baudrillard, J. (1983). Simulations. Semiotext.

Baudrillard, J. (1998). The consumer society; Myth and structure. London: Sage Publication.

Baudrillard, J. (2007). Consumer culture and postmodernism. London: Sage Publication.

Bauman, Z. (2007). Consuming life. Polity Press.

Bourdieu, P. (1984). Distinction: A social critique of the judgement of taste. Cambridge: Harvard University Press.

Chaney, D. (1996). Lifestyles. London. Routledge.

Creswell, J, W. (2014). Research design pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Pustaka Pelajar.

Dhohiri, T.R. (2017). Sosiologi (Suatu kajian kehidupan masyarakat). Ghalia Indonesia.

Dunn, R. (2008). Identifying consumption: Subjects and objects in consumer society. Temple University Press.

Evelina, L., & Safitri, Y. (2021). Utilization of YouTube Social Communication Networking in Establishing Indonesian Street Food Opinion. Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 6(1), 44-52. doi:https://doi.org/10.25008/jkiski.v6i1.406

Fauzi, A., Punia., Kamajaya. (2017). Budaya nongkrong anak muda di kafe: Tinjauan gaya hidup anak muda di kota denpasar. Jurnal Ilmiah Sosiologi, 1(1), 1-13.

Featherstone, M. (2007). Consumer culture and postmodernism. Sage Publications.

Hardiyanti, N.Y., Puspa, R. (2021). Coffee culture di Indonesia: Pola konsumsi konsumen pengunjung kafe, kedai kopi dan warung kopi di Gresik. Jurnal Media dan Komunikasi, 1(2), 93-106.

Herliyana, E. (2012). Fenomena coffee shop sebagai gejala gaya hidup baru kaum muda, Thaqafiyyat, 13(1), 187-205.

Hermana, D., Setiawan, R., Saputra, D. (2019). Analisis faktor-faktor yang mendorong keputusan pembelian konsumen ii Ipo Morning Coffe Garut. Jurnal Wacana Ekonomi, 18(3), 198-209.

Igiasi, TS. (2017). Kedai kopi sebagai ruang publik: Studi tentang gaya hidup masyarakat Kota Tanjungpinang, Jurnal Masyarakat Maritim, 1(1), 19-28.

Lodziak, C. (2002). The myth of cconsumerism. Ploto Press.

Mayangsari, F, R. (2016). Keterkaitan hegemoni Amerika Serikat terhadap penguasaan pasar industri kedai kopi dunia. Jurnal Hubungan Internasional, 9(2), 335-351.

Miles, S. (2006). Consumerism as a way of life. Sage Publications.

Morris, J. (2013). Why Espresso? Explaining changes in European coffe preferences from a production of culture perspective. European Review of History: Revue europeenne d’histoire, 20(5), 881-901.

Nirzalin. (2013). Mendamaikan aktor dan struktur dalam analisis sosial perspektif teori strukturasi Antony Giddens. Jurnal Sosiologi Universitas Syiah Kuala, 3(3), 15-23.

Pawanti, M. (2013). Masyarakat konsumeris menurut konsep pemikiran jean baudrillard. Depok: Universitas Indonesia.

Peattie, K. (2010). Green consumption: Behaviour and norms. Annual Review of Environment and Resources, 195-228.

Piliang, Y. (1998). Sebuah dunia yang dilipat: Realitas kebudayaan menjelang millennium ketiga dan matinya postmodernisme. Mizan.

Piliang, Y. (2003). Hipersemiotika: Tafsir kultural studies atas matinya makna. Yogyakarta: Jalasutra.

Prasetyo, W. (2020). 2020 Kedai kopi diprediksi tumbuh 15%. Beritasatu.com. https:// www.beritasatu.com/ekonomi/601687/2020-kedai-kopi-tumbuh-diprediksi-15.

Ritzer, G., Goodman. (2008). Teori sosiologi modern. Jakarta: Kencana.

Ritzer, G., Goodman. (2011). Teori sosiologi: Dari teori sosiologi klasik sampai perkembangan mutakhir teori sosial postmodern. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Said, I. (2017). Warung kopi dan gaya hidup modern. Jurnal Al-Khitabah, 3(1), 33-47.

Solikatun., Kartono, D.T., & Demartoto, A. (2015). Perilaku konsumsi kopi sebagai budaya masyarakat konsumsi: Studi fenomenologi pada peminum kopi di kedai kopi Kota Semarang, Jurnal Analisa Sosiologi, 4(1), 60-74.

Sumartono. (2002). Terperangkap dalam iklan: Meneropong imbas pesan iklan televisi. Alfabeta.

Umanailo., M,C,B., Nawawi, M., Pulhehe, S. (2018). Konsumsi menuju konstruksi masyarakat konsumtif. Jurnal Simulacra, 1(2), 203-211.

Veblen, T. (1899). The theory of the leisure class. Oxford University Press.

Yugantara, P., Susilo., Sulismadi. (2021). Gaya hidup ngopi sebagai perilaku konsumsi. Jurnal Agama Sosial dan Budaya, 4(1), 127-137.




DOI: https://doi.org/10.25008/wartaiski.v4i2.133





Article Metrics:

Abstract Views - 396

PDF Downloads - 275



Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Haresti Asysy Amrihani, Rajab Ritonga

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





Indexed by:
 
Google Scholar    

Copyright of Jurnal Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (p-ISSN : 0853-4470)
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Sekretariat Redaksi JURNAL WARTA Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI)
Gedung Dewan Pers, Lt 5
Jl. Kebon Sirih No. 32-34, Jakarta 10110 – Indonesia

Contact Person : 

Refbacks



Copyright (c) 2021 Haresti Asysy Amrihani, Rajab Ritonga

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





Indexed by:
 
Google Scholar    

Copyright of Jurnal Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (p-ISSN : 0853-4470)
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Sekretariat Redaksi JURNAL WARTA Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI)
Gedung Dewan Pers, Lt 5
Jl. Kebon Sirih No. 32-34, Jakarta 10110 – Indonesia

Contact Person :